Tentang Kami

Desa Kedungdalem

Sejarah Desa Kedungdalem

Asal Mula Desa Kedungdalem

Menurut cerita orang-orang terdahulu dan berdasarkan penuturan sesepuh Desa Kedungdalem, pada tahun 1204 Desa Kedungdalem berawal dari sejarah Ki Buyut Saseh yang mempunyai istri bernama Bi Ambiyun.

Bi Ambiyun mempunyai tiga saudara perempuan yang bernama Ni Srinem, Ni Wongso, dan Ni Lembu. Mereka berempat merupakan putri dari pasangan Ki Buyut Ronggo Ampel dan Nyi Popoh Andini.

Ketiga saudara Bi Ambiyun tersebut tidak mempunyai suami. Karena ketiganya ikut tinggal bersama Ni Ambiyun, Ki Buyut Saseh secara halus mengasingkan ketiga saudara iparnya agar keluar dari pedukuhan. Dengan senang hati, Ni Srinem, Ni Wongso, dan Ni Lembu meninggalkan pedukuhan dan kemudian bersinggah di Karangdalem. Mereka selanjutnya menjadi pengasuh di Dusun Karangdalem.

Sementara itu, Ki Buyut Saseh bersama istrinya, Bi Ambiyun, mempunyai tiga orang anak yang bernama Dewi Srigati, Dewi Pawingi, dan Sedah Wanoto.

Ki Buyut Saseh kemudian mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi putrinya yang pertama. Sayembara tersebut dimenangkan oleh Mondoroko.

Namun, Sedah Wanoto, anak bungsu Ki Buyut Saseh, menyimpan rasa cemburu kepada Mondoroko. Karena rasa cemburu tersebut, Sedah Wanoto kemudian membunuh Mondoroko tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.

Lama-kelamaan, perbuatan Sedah Wanoto tersebut akhirnya terkuak. Ki Buyut Saseh mengetahui bahwa putranya telah membunuh Mondoroko. Karena marah, Ki Buyut Saseh menendang Sedah Wanoto ke arah selatan hingga terpental dan jatuh ke sebuah kedung yang dihuni oleh buaya raksasa.

Kedung tersebut kemudian dikenal dengan nama Kedungbajul. Pada akhirnya, terbentuklah sebuah desa yang diberi nama Kedungdalem, yang merupakan penggabungan dari nama dua dusun.

Nama Kedungdalem kemudian terus digunakan dan diwariskan secara turun-temurun hingga akhirnya desa tersebut berkembang dan berlangsung sampai pada masa dilaksanakannya pemilihan kepala desa.

Stats

Jumlah Penduduk Desa Kedungdalem

Jumlah Warga Desa Kedungdalem

Jumlah Penduduk Perempuan

Jumlah Penduduk Laki-Laki

Jumlah Kartu Keluarga

Kepala Desa Kedungdalem

Sumartono merupakan kepala desa Kedungdalem periode 2022-2030. Pemerintah Desa Kedungdalem mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut:

VISI

"Terwujudnya Tata Pemerintahan dan Warga Desa yang Baik dan Bersama-sama Membangun Ekonomi Kreatif untuk Mewujudkan Masyarakat Desa yang Makmur dan Sejahtera"

MISI

  • Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang baik
  • Melakukan Reformasi Kinerja Perangkat Desa terhadap Pelayanan Masyarakat
  • Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan prima
  • Menata Pemerintahan Desa yang Kondusif, Guyub Rukun dan bertanggung Jawab dalam mengemban Amanat Masyarakat
  • Mendorong perekonomian pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, dan bisnis digital
  • Meningkatkan Pembangunan di bidang Kesehatan dan Pendidikan
  • Menumbuhkembangkan Usaha kecil dan menengah dalam Bisnis Digital
  • Membangun dan Meningkatkan hasil Pertanian dengan Bimtek dan Pelatihan tentang bertani dengan baik dan cara menggunakan Teknologi Pertanian
  • Menumbuhkembangkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani serta bekerja sama dengan HIPPA untuk memfasilitasi kebutuhan Petani
  • Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun non formal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif dan enterpreneur (wirausahawan)

Lembaga Kemasyarakatan Desa

LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa) merupakan wadah partisipasi masyarakat yang menjadi mitra Pemerintah Desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan, serta meningkatkan pelayanan masyarakat. LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa) Desa Kedungdalem terdiri:

RT/RW

RT/RW Desa Kedungdalem terdiri dari 22 RT dan 9 RW yang tersebar di 6 Dusun yaitu Dusun Karangdalem, Dusun Siwalan, Dusun Satriyan, Dusun Kademangan, Dusun Kedungbajul, dan Dusun Kronggengan

PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)

PKK memiliki anggota 35 orang. PKK di desa memiliki tugas Pokja (Kelompok Kerja) 1-4, yaitu Pokja I mengurus mental, agama, dan gotong royong; Pokja II mengurus pendidikan dan koperasi; Pokja III mengurus pangan, sandang, dan perumahan; sedangkan Pokja IV mengurus kesehatan dan lingkungan hidup.

Karang Taruna

Menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial dan mengembangkan potensi generasi muda khususnya di Desa Kedungdalem.

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah layanan kesehatan dasar dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu memiliki beberapa kader, yaitu Kader Balita, Kader BKB, Kader Lansia, dan Kader Remaja.